May 08 2008
Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku…

“Bagaimana bisa kau
hadir di mimpiku padahal tak sedetikpun ku rindu dirimu…”
Klo the groove nanyiin tuh lagu dengan groove yang
gimana-gimana… mimpi yang asyik and lucu… mimpiin si “tak sedetikpun ku rindu
dirimu” lagi dorong-dorong bola sing guedi tuenan… but funny… aku?
Fffiiuhhhh… malam-malam itu begitu mencekam. Aneh dan
membingungkan… distraught… nightmare… never stop!! Didera rasa bersalahkah
lubuk hatiku yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat dalam itu… yaaa heart???? Dasar
hati! Tak seperti permukaan hati yang tak peduli. Hatiku yang paling dalam
memaksaku bermimpi… mimpi-mimpi yang membangunkanku dengan percikan-percikan
keringat ketakutan (hmmm,… dramatis banget… kayaknya gak segitunya deh!!)
Hari itu aku benar-benar yakin bahwa tak sedetikpun dirinya
terlintas di benakku. Bahkan namanya, apalagi lain-lainnya. tapi malam itu ia
datang dalam mimpiku. Merunduk duduk di sudut ruang gelap… menangis?? Entahlah…
tapi suara yang tergema menyayat hati… uuufh… kerongkongan (or tenggorokan?)
tercekat, kaki terpaku saja. Aku tak bisa bergerak. Hanya melihat, mendengar,
merasakan ketakutan yang tak jelas mengapa. Hingga terbangun… uuufhh…
alhamdulillah… Cuma mimpi.
Malam-malam selanjutnya… ia kembali datang…dengan
ketakutan-ketakutan yang sama. Robbi…. Ampuni hambaMU yang zolim ini.
Jangan berlebihan! Siapa yang berlebihan? Akukah? Aku tak
pernah memikirkan itu lagi… sudahlah… sudah!! Ataukah ia yang berlebihan
menyimpan luka. Ataukah aku yang telah begitu berlebihan mengukirkan ia sebuah,
2, 3, 4,… luka? Hhhh… entahlah…
Setelah ucapan maaf yang panjangnya berlayar-layar…
bermaksud menutup semua cerita. Semoga bisa saling ikhlas memaafkan… hingga
mimpi buruk itu datang lagi….
Astaghfirullah….
Maafkan aku teman….
No responses yet