Jan 11 2008
MIMPI
Oleh : Abdul Hadi WM
Aneh, tiap mimpi membuka kelopak mimpi yang lain,
berlapis-lapis mimpi, tiada dinding dan tirai akhir,
hingga kau semakin jauh dan semakin dalam
tersembunyi dalam ratusan tirai rahasia
membiarkan aku asing pada wujud hampa dan wajah sendiri.
Kudatangi kemudian pintu-pintu awan,
nadi-nadi cahaya dan kegelapan, rimba sepi dan kejadian
– di jalan-jalannya, di gedung-gedungnya kucari sosok bayangku
yang hilang dalam kegaduhan.
Tetap, yang fana mengulangi kesombongan dan keangkuhannya
dan berkemas pergi entah ke mana gelisah,
asing memasuki rumah sendiri menjejakkan kaki,
bergumul benda-benda ganjil yang tak pernah dikenal,
menulis sajak, menemukan mimpi yang lain lagi berlapis-lapis mimpi,
tiada dinding akhir sebelum menjumpai-Mu.
One response so far
hmm…
my dream?ur dream?and all people dream?that is same??