Archive for January, 2008

Jan 22 2008

Profile Image of luvugod
luvugod

When I see the sun I see a hope

Filed under Uncategorized

take me where the sun is shining

No responses yet

Jan 20 2008

Profile Image of luvugod
luvugod

Berapa lama Kita dikubur?

Filed under Uncategorized

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

(http://www.motivasi.web.id/?p=75)

No responses yet

Jan 11 2008

Profile Image of luvugod
luvugod

MIMPI

Filed under Uncategorized

Oleh : Abdul Hadi WM

EdgeAneh, tiap mimpi membuka kelopak mimpi yang lain,
berlapis-lapis mimpi, tiada dinding dan tirai akhir,
hingga kau semakin jauh dan semakin dalam
tersembunyi dalam ratusan tirai rahasia
membiarkan aku asing pada wujud hampa dan wajah sendiri.
Kudatangi kemudian pintu-pintu awan,
nadi-nadi cahaya dan kegelapan, rimba sepi dan kejadian
– di jalan-jalannya, di gedung-gedungnya kucari sosok bayangku
yang hilang dalam kegaduhan.
Tetap, yang fana mengulangi kesombongan dan keangkuhannya
dan berkemas pergi entah ke mana gelisah,
asing memasuki rumah sendiri menjejakkan kaki,
bergumul benda-benda ganjil yang tak pernah dikenal,
menulis sajak, menemukan mimpi yang lain lagi berlapis-lapis mimpi,
tiada dinding akhir sebelum menjumpai-Mu.

One response so far

Jan 11 2008

Profile Image of luvugod
luvugod

Filed under Uncategorized

Eldarfreepalestine_1 Bukan karena dakwah ini membutuhkan kami, namum hati-hati merasa butuh untuk masuk kedalam dakwah ini, ikut serta memutar rodanya, mengikuti arah lajunya, dan bahkan kamipun siap dijadikan bahan bakarnya. Kami sadar benar akan konsekuensi yang akan kami hadapi, dan sudah menjadi sunatullah bahwa perjuangan di jalan dakwah ini penuh onak dan duri, penuh tiupan badai yang tiap saat siap menggoncangkan hati-hati kami,namun kami semua yakin itu semua karena surga ALLAH itu manis bertabur nikmat. Ikhwatifillah……Jemukah engkau berjuang? Siapakah yang akan membalut luka ini? Siapa yang akan mengibarkan panji-panji Islam?. Jalan yang tak kenal ujung ini selalu penuh dengan pengobanan, jalan inilah jalan pendahulu kita, jalannya para pembawa penyeeru, jalannya generasi pertama yang unik, jalan yang jarang ditempuh sembarang orang ……AL-JIHAD SABILUNA. Yaa ALLAH kokohkanlah ikatan hati-hati kami untuk tetap menjadi golongan penyeru ajaran-MU yang suci ini, Yaa ALLAH Yang Maha membolak-balikkan hati, Yang Maha Mengetahui apa-apa rahasia yang tersembunyi di hati-hati kami, Yang Maha Memiliki semua informasi dosa-dosa kami……Ampunilah seluruh dosa kami, tunjukilah kami jalan yang lurus, bimbinglah kami selalu untuk menggapai syurga-Mu, jadikan kami rela terhadap apa yang telah Engkau anegerahkan kepada kami, amiiiiin

No responses yet

Jan 06 2008

Profile Image of luvugod
luvugod

Renunganku….

Filed under Uncategorized

Saat Muharram lah menjelang lagi

Jampasir Telah hampir dua dekade kuinjakkan kaki di bumiMu Robbi
Bumi semakin renta, seiring raga ini
Namun jiwa tetap begini
Bilakah ia pilihan… sungguh tlah kutetapkan pilihan ini
Allah… izinkan waktu dewasakan aku

Waktu tak punya wewenang untuk mendewasakan
Karena wewenang itu milik kita sendiri. Wewenang untuk memilih, menyusun , mengontrol, program pendewasaan diri
Waktu tak punya kekuatan untuk mendewasakan
Karena kekuatan itu milik kita saja. Kekuatan yang akan kita miliki, bila kita tak memilih untuk lemah, menyerah dengan keadaan.
Waktu tak punya hak untuk mendewasakan
Karena hak itu milik kita. Hak untuk memilih berjuang menuju puncak kedewasaan, atau selamanya kanak-kanak.
Sungguh waktu tak akan pernah mendewasakan kita
Ia hanya memfasilitasi dengan hal-hal yang terjadi dalam perjalannya yang tak pernah berhenti, tak pernah bisa kembali, sedetikpun.
Sungguh waktu tak akan pernah mendewasakan kita
Ia hanya bahan perenungan, satu kata yang dapat membuat kita tertawa, tersenyum, menangis, mengenang semua.
Sungguh waktu tak akan pernah mendewasakan kita
Sungguh…

No responses yet