Nov 08 2007
Isha and Jilbabnya.. subhanallah
Usianya yang 4 tahun… lagi lucu-lucunya. Imajinasi tak henti bermain di otaknya. Main rumah-rumahan bersama Fedro dan Puja-anak tetangga kiri kanan- adalah favoritnya. Meja yang dibalik, kain-kain, bantal guling semua ditumpuk sedemikian rupa sehingga di dalam imajiasi mereka jadilah tumpukan barang itu rumah yang nyaman.
Berperan sebagai ibu, Aisyah keponakanku yang lucu itu repot mengatur rumah, berdandan ala ibu-ibu. Eping tetanggaku yang sudah duduk di kelas 1 SMP tergiur ikut-ikutan dalam imajinasi balita-balita itu.
“ Sini Sah… biar Mbak Eping bagusin” Eping. Aisyah berjalan mendekati Eping.
Eping memperbaiki jilbab yang nongkrong rapi di kepala Aisyah. Dimasukkannya ujung-ujung jilbab itu ke dalam selendang besar yang dililit-lilit sedemikian rupa di badan mungil Aisyah. Aisyah pasrah tidak protes. Jilbabnya jadi tidak menjulur sempurna…
“nah selesai… wah cantik sah!” kata si mbak dengan sayang. Aisyah senyum-senyum, berjalan dengan anggun menuju cermin hendak berkaca.
Senyumnya tak pudar, sepertinya puas dengan kerja Eping, sang designer gadungan. Tapi tak lama dengan ringannya di tariknya ujung-ujung jilbab mungilnya yang masuk ke dalam lilitan selendang yang diimajinasinya adalah gaun nan indah sambil bibirnya dengan ringan pula berujar
“ sesi… dikeluari aja ah!” sambil masih mematut diri di kaca
“ Yaah… Isha. Koq dikeluarin. Kan dah cantik tadi” protes Eping
Aisyah tak peduli, dia kembali sibuk dengan rumah dan anak-anaknya.
Subhanallah…. Geli dan kagum aku melihat kejadian itu. Aisyah keponakanku yang usianya baru 4 tahun sudah punya standard syar’i yang subhanallah. Walaupun jilbab yang dipakainya bukan jilbab yang panjaang terulur-jilbab anak-anak- tapi dia sudah mengerti fungsi jilbab yang sesungguhnya, sehingga tidak sreg dirinya bila sang jilbab tidak menjulur ke bawah.
Terbayang juga saat ia mengadakan konser tunggal saat semua keluargaku berkumpul. Ia menyanyi dan biasa anak TK, main tepuk-tepukkan… itu loh tepuk sate, tepuk anak sholeh, tepuk diam, tepuk indian, segala macam tepuk deh pokoknya…dan ada satu tepuk yang sepertinya diciptakannya sendiri…
“ tepuk muslimah…. Keluar pakai jilbab, keluar pakai jilbab, keluar pakai jilbab”…. Disambut tawa seisi rumah. Ya… kalau untuk yang satu ini… ntar deh Sha… Isha pasti bakalan ngerti. Jilbab bukan cuma dipakai muslimah pas keluar rumah, tapi lebih dari itu… belajar terus ya nak… semoga jadi muslimah yang sholehah… berjilbab dengan rapi di setiap ruang dan waktu.
No responses yet