Archive for November, 2007

Nov 27 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Luv U D’way U R

Filed under Uncategorized

Tidak mudah menjadi teman yang baik, sahabat sejati. Yang mencintai sahabatnya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Mencintai apa adanya.
Mencintai apa adanya. Hal yang tak mudah. Cinta berkawan karena sehati…(???)
Jika ada masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa (masa remaja/teen age)), ternyata juga ada masa transisi dari remaja menuju dewasa dalam persahabatan.
Kecenderungan remaja untuk nge-gank biasanya didasari oleh kesamaan-kesamaan yang dimiliki oleh individu-individu dalam gank tersebut. Nge-gank dengan orang-orang yang mampu membuat mereka nyaman dengan kesaman-kesamaan yang dimiliki.
Remaja dengan pencarian jati dirinya. Seiring waktu yang bergulir setiap mereka menemukan jati dirinya masing-masing. Dan perbedaan-perbedaanpun bermunculan. Perbedaan kepribadian yang semakin matang melekat di diri. Perbedaan prinsip hidup yang dipilih. Perbedaan pandangan. Perbedaan-perbedaan yang seharusnya memperkaya persahabatan namun malah memecah konsentrasi cinta berkawan. Karenakah tak sehati?
Bila kedewasaan menjadi pilihan. Akan lebih mudah menyikapi perbedaan, tapi bila kanak-kanak tak sudi menghilang… entah kapan kan jua terucap … “I luv u d’way u r …kawan”

One response so far

Nov 27 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

KETIKA MAS GAGAH PERGI

Filed under Uncategorized

Cerpen lama dari mbak HTR… subhanallah… aku ingat dulu cerpen ini ku baca waktu masih SD… tapi lupa.. kelas berapa ya? Dulu banget waktu An-Nida masih belum sepopuler sekarang…. Waktu covernya masih bunga-bunga, sederhana… tapi sejuk… ah jadi kangen An-Nida dulu.
Yang paling ku ingat adalah… membaca majalah itu diam-diam. Majalah yang disembunyikan oleh kakakku di atas lemari karena kebiasaan burukku membaca sambil tidur , makan, minum atau apa pun yang sering membuat majalah atau bukunya jadi keriting-keriting.
Aku ingat sebelum aku tahu di mana majalah itu disembunyikan…dengan semangat 45 ditambah penasaran dan sebel…pelit banget lah si kakak… aku obrak-abrik seisi kamar. Huwaaa… di atas lemari pakaian kuraba-raba cover majalah yang masih halus lembut… I got it!!
Kulihat kiri-kanan depan belakang… aman. Ku ambil majalah An-Nida berwarna… apa ya? Duh lupa… Ketika Mas Gagah Pergi… sebuah judul besar tertera di cover itu. rasanya senang sekali… baca majalah An-Nida…
Tak jauh dari lemari… aku duduk di lantai… membuka halaman demi halaman… membaca kias demi kias. Ketika Mas Gagah Pergi…
Pertamanya sih senyum-senyum… lucu dan yah menyenangkannya punya kakak cowok, ikhwan lagi… hmmm secara punya saudara cewek semua…mana pelit ini.
Next…. Aku membaca… membayangkan sosok mas Gagah. Terbayang olehku satu sosok yang sering kulihat di masjid tempat aku mengaji TPA dulu… seseorang berwajah bersih, rapi, berjenggot, yang rajin solat ashar berjamaah di masjid. Mas Gagah…
Dan kemudian… “hhhhiks…. Hiks… huwaaaa…” aku tak dapat menahan air mata yang menetes-netes membasahi majalah baru itu, padahal baru sampai di paragraf mas Gagah kecelakaan… dan tangisku semakin luruh… Mas Gagah telah tiada. Dan tangisku tak henti… apalagi saat membaca pesan terakhirnya untuk Gita… tak terasa aku hanyut benar dalam cerpen itu. padahal biasanya aku hanya membaca sekilas tapi saat itu tak ada kata yang terlewatkan… tidak satu pun.
Dan halaman-halaman kias Mas Gagah keriting oleh air mataku. Cepat ku tutup majalah itu dan kuletakkan di tempat semula.. sorry sist..
Eukh… aku benar-benar lupa. Kelas berapa ya waktu itu? entahlah… yang pasti lebih dari 1 windu yang lalu.
Dan sekarang, saat membuka-buka file copy-an teman, aku menemukan cerita itu lagi… Eh tunggu-tunggu ternyata ada ditulis di akhir cerita…HTR, Depok, 1993… hmmmh berarti waktu itu aku duduk di kelas 2 atau kelas 3. wuagh… 14 tahun yang lalu…
hmmhh… ku baca lagi… dan lucunya dari paragraf pertama air mataku malah tak bisa ku bendung lagi. Sudah tergambar kesuluruhan cerita mengharu biru itu…. hiks hiks…
“Mas…, ini Gita, Mas…,” sapaku berbisik.
Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.
Kudekatkan wajahku kepadanya. “Gita sudah pakai.. jilbab,” lirihku. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya.
Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.
“Dzikir…, Mas,’ suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat wajah Mas Gagah yang separuhnya tertutup perban. Wajah itu begitu tenang…
“Gi…ta…”
Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali!
“Gita di sini, Mas…”
Perlahan kelopak matamya terbuka. Aku tersenyum.
“Gita… udah pakai… jilbab…,” kutahan isakku.
Memandangku lembut, Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdalah.
“Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…,” ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.
Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…, sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali!
Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan Mas Gagah tampaknya menginginkan kami semua berkumpul.
Kian lama kurasakan tubuh Mas Gagah semakin pucat. Tapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia juga masih bisa mendengar apa yang kami katakan meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.
Kuusap setitik lagi airmata yang jatuh. “Sebut nama Allah banyak-banyak…, Mas,” kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup. Tapi sebagai insan beriman, seperti juga yang diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.
“Laa…ilaaha…illa…llah…, Muham…mad…Ra…sul…Al…lah…,” suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk kami dengar.
Mas Gagah telah kembali pada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya.
Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi.
Selamat jalan, Mas Gagah !
–=oOo=–
(Epilog)
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi,
Semoga memperoleh umur yang berkah,
Dan jadilah muslimah sejati
Agar Allah selalu besertamu.
Sun Sayang,
Mas Ikhwan, eh Mas Gagah !

No responses yet

Nov 27 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

two

Filed under Uncategorized

detik kian detik
mengetuk-ngetuk mimpi
pada jam dinding lamun
yang tak bosan mengajari
tentang harap
tentang cita
tentang asa

detik kian detik
mengetuk-ngetuk hidup
pada jam dinding hari
yang tak bosan mengajari
tentang gigih
tentang kuat
tentang teguh

No responses yet

Nov 21 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

SOMETIMES

Filed under Uncategorized

sometimes…
i want my shadow flies around you
telling you about my flight
against the earth which knows nothing about me
sometimes
i want my smiles walks behind you
shouting you about my dreams
about my future thet goes away from my life
sometimes…
i want my voice talks to you
whispering you about my hope
to end the reality that i have to hide away
from the earth

No responses yet

Nov 09 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Ujian… Badai Pasti Berlalu…

Filed under Uncategorized

Lagi dan lagi… mengapa selalu saja diri ini telambat dalam menyadari bahwa waktu tak henti berlari… uuuufhh ujian lagi ujian lagi.

“Gak punya buku Ling?” tanya temanku saat ku tarik sedikit bukuya. Sambil minta izin dengan senyum… kita berbagi untuk sahabat
“ hehehe… punya tapi gak tahu di mana… tadi pas mau berangkat dicari2 gak ada! Bagi dikit yow… pizzzz” sebentar ini… tidak sampai 10 menit…pasti konsentrasiku bakal lari tak tentu arah
Benar saja… kecerdasan konsentrasi yang jongkok membuat aku tak pernah tahan mendengarkan kuliah dosen. Hmmmhh… mending ngerjain yang lain, corat-coret…
itu favoritku….

Dan kejadian itu terulang setiap harinya, hingga saatnya ujian tiba… oooh tidak…

Language Testing yang amit-amit membosankannya. Buku yang sempat menghilang dan muncul persis 2 hari saja menuju UTS membuat aku tak sempat mengejar sedikitpun ketertinggalan di rumah. Padahal aku tidak pernah benar-benar mengikuti kuliah itu… hanya satu kali ketika benar-benar harus bicara, karena kebagian giliran presentase, dan hanya poin itu yang benar-benar ku ingat. Oh no!!!!
“ semoga dosennya gak datang… amiiin”
Allah mengabulkan do’aku… yah dosennya tidak datang… ya iyalah beliau kan mau walimahan…Asyiiikkk….tapi…. ternyata tuh ibu digantikan oleh asisten-asistennya… hhhhh… good!!

Astaghfirullah, kayaknya soalnya gampang2 banget deh!! Semuanya hampir ku baca tadi pagi! Dasar Lingga… karena belajar dengan SKSSS (sistem kebut sebelum dan sehabis subuh) aku hanya sempat membaca outlinenya saja alias daftar isi. Oh my god!! 10 soal yang bisa cuma 3 soal.
“ Tenang Ling… badai pasti berlalu… masih ada UAS. Nah!! Seiring waktu pasti ada soal-soal lain yang kejawab…”
“ Duh Robbi… tolonglah hambaMu ini…hiks hiks…” berkecamuk rasa di dada… uuufhhh… semoga gempa semoga gempa… biar pada kocar-kacir and ujiannya dibatalkan… amiin
Subhanallah… Allah kembali mengabulkan do’aku… Gempa itu benar-benar terjadi… padahal biasanya aku tak pernah berhasil merasakan gempa bila sedang di kampus. Tapi kali ini goyangan yang pelan tapi pasti itu benar-benar kurasakan… huwaaa semua sudah kebal dengan gempa… sang asisten pun hanya terdiam sesaat. Dan sedkit teman yang berucap “gempa-gempa”… dan aku hanya bisa berteriak-teriak di dalam hati “ gempa… keluar yuuuuk…lantai 2 loh… ” gempa yang mengayun kami dengan lembut itu pun berhenti, semua kembali tenang dan tak ada yang sudi keluar… hmmmhhhh….

Yah benar…badai pasti berlalu karena rasanya tak lama hingga sang pengawas mengumumkan “25 menit lagi”… uhuy!! 25 menit lagi keluar… iya badai pasti berlalu… dari 10 soal ada 6 soal yang berhasil kujawab (tauk deh bener or salah!)… dalam proses 1 soal… hmmmhh…

Tidak ada pilihan. UAS aku harus dapat 10… iya!! No choice… kemungkinan terburuk yang benar hanya 2, jadi oh My God… C…. tidaak….
Dan kemungkinan pertengahan adalah 4 untuk B
Kemungkinan terindah adalah 6 untuk A

“ Ya’ waktunya habis…silahkan dikumpulkan”

Yah badai telah berlalu… hmm… seiring tekad di dada… untuk membuka buku nan tebal itu…dan bersiap tuk UAS nanti… ingat Dek!! No choice but 10!!!! TITIK!!! Dan keluar kelas… matahari cerah laksana menertawakanku… “Kesian deh LU!!”

No responses yet

Nov 08 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Isha and Jilbabnya.. subhanallah

Filed under Uncategorized

Usianya yang 4 tahun… lagi lucu-lucunya. Imajinasi tak henti bermain di otaknya. Main rumah-rumahan bersama Fedro dan Puja-anak tetangga kiri kanan- adalah favoritnya. Meja yang dibalik, kain-kain, bantal guling semua ditumpuk sedemikian rupa sehingga di dalam imajiasi mereka jadilah tumpukan barang itu rumah yang nyaman.
Berperan sebagai ibu, Aisyah keponakanku yang lucu itu repot mengatur rumah, berdandan ala ibu-ibu. Eping tetanggaku yang sudah duduk di kelas 1 SMP tergiur ikut-ikutan dalam imajinasi balita-balita itu.
“ Sini Sah… biar Mbak Eping bagusin” Eping. Aisyah berjalan mendekati Eping.
Eping memperbaiki jilbab yang nongkrong rapi di kepala Aisyah. Dimasukkannya ujung-ujung jilbab itu ke dalam selendang besar yang dililit-lilit sedemikian rupa di badan mungil Aisyah. Aisyah pasrah tidak protes. Jilbabnya jadi tidak menjulur sempurna…
“nah selesai… wah cantik sah!” kata si mbak dengan sayang. Aisyah senyum-senyum, berjalan dengan anggun menuju cermin hendak berkaca.
Senyumnya tak pudar, sepertinya puas dengan kerja Eping, sang designer gadungan. Tapi tak lama dengan ringannya di tariknya ujung-ujung jilbab mungilnya yang masuk ke dalam lilitan selendang yang diimajinasinya adalah gaun nan indah sambil bibirnya dengan ringan pula berujar
“ sesi… dikeluari aja ah!” sambil masih mematut diri di kaca
“ Yaah… Isha. Koq dikeluarin. Kan dah cantik tadi” protes Eping
Aisyah tak peduli, dia kembali sibuk dengan rumah dan anak-anaknya.
Subhanallah…. Geli dan kagum aku melihat kejadian itu. Aisyah keponakanku yang usianya baru 4 tahun sudah punya standard syar’i yang subhanallah. Walaupun jilbab yang dipakainya bukan jilbab yang panjaang terulur-jilbab anak-anak- tapi dia sudah mengerti fungsi jilbab yang sesungguhnya, sehingga tidak sreg dirinya bila sang jilbab tidak menjulur ke bawah.

Terbayang juga saat ia mengadakan konser tunggal saat semua keluargaku berkumpul. Ia menyanyi dan biasa anak TK, main tepuk-tepukkan… itu loh tepuk sate, tepuk anak sholeh, tepuk diam, tepuk indian, segala macam tepuk deh pokoknya…dan ada satu tepuk yang sepertinya diciptakannya sendiri…
“ tepuk muslimah…. Keluar pakai jilbab, keluar pakai jilbab, keluar pakai jilbab”…. Disambut tawa seisi rumah. Ya… kalau untuk yang satu ini… ntar deh Sha… Isha pasti bakalan ngerti. Jilbab bukan cuma dipakai muslimah pas keluar rumah, tapi lebih dari itu… belajar terus ya nak… semoga jadi muslimah yang sholehah… berjilbab dengan rapi di setiap ruang dan waktu.

No responses yet

Nov 03 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Bagaimana music bisa di katakan haram?

Filed under Uncategorized

Musicart_05l

sebagian mahasiswa yg sangat fanatik dengan salafy membuat statement bahwa music itu haram apa pun hukum nya!

Ternyata ulama salaf pun tidak semuanya sepakat untuk mengharamkan musik secara mutlaq.
Meski memang umumnya memakruhkan atau tidak menganjurkan seseorang untuk bermain musik.
Bahkan di dalam banyak bab fiqih memang kita temukan bahwa diantara jual beli yang diharamkan
adalah memperjual belikan alat-alat musik.

Tapi sekali lagi, bila kita luaskan kajian kita dan menelaah pendapat fiqih,
maka kita pasti akan mendapatkan bahwa keharaman musik bukanlah sesuatu yang disepakati oleh semua ulama.

Bagaimana Islam berbicara tentang nyanyian dan musik?
Istilah yang biasa dipakai dalam madzhab Hanafi pada masalah nyanyian dan musik
sudah masuk dalam ruang lingkup maa ta’ummu bihi balwa (sesuatu yang menimpa orang banyak).
Sehingga pembahasan tentang dua masalah ini harus tuntas.
Dan dalam memutuskan hukum pada dua masalah tersebut, apakah halal atau haram,
harus benar-benar berlandaskan dalil yang shahih (benar) dan sharih (jelas).
Dan harus tajarud, yakni hanya tunduk dan mengikuti sumber landasan Islam saja yaitu Al- Qur’an, Sunnah yang shahih dan Ijma.
Tidak terpengaruh oleh watak atau kecenderungan perorangan dan adat-istiadat atau budaya suatu masyarakat.

Sebelum membahas pendapat para ulama tentang dua masalah tersebut dan pembahasan dalilnya.
Kita perlu mendudukkan dua masalah tersebut.
Nyanyian dan musik dalam Fiqh Islam termasuk pada kategori muamalah atau urusan dunia dan bukan ibadah.
Sehingga terikat dengan kaidah:Hukum dasar pada sesuatu (muamalah) adalah halal (mubah)..

Hal ini sesuai firman Allah SWT. :
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu? (QS Al-Baqarah 29).

Sehingga untuk memutuskan hukum haram pada masalah muamalah termasuk nyanyian dan musik
harus didukung oleh landasan dalil yang shahih dan sharih.

Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menetapkan kewajiban, janganlah engkau lalaikan,
menetapkan hudud, jangan engkau langgar, mengharamkan sesuatu jangan engkau lakukan.
Dan diam atas sesuatu, sebagai rahmat untukmu dan tidak karena lupa, maka jangan engkau cari-cari (hukumnya) ? (HR Ad-Daruqutni).

Halal adalah sesuatu yang Allah halalkan dalam kitab-Nya.
Dan haram adalah sesuatu yang Allah haramkan dalam kitab-Nya.
Sedangkan yang Allah diamkan maka itu adalah sesuatu yang dima’afkan? (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim )

Pada hukum nyanyian dan musik ada yang disepakati dan ada yang diperselisihkan.

Ulama sepakat mengharamkan nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul.
Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam.
Ulama juga sepakat membolehkan nyanyian yang baik, menggugah semangat kerja dan tidak kotor,
jorok dan mengundang syahwat, tidak dinyanyikan oleh wanita asing dan tanpa alat musik.
Adapun selain itu para ulama berbeda pendapat, sbb:

Jumhur ulama menghalalkan mendengar nyanyian, tetapi berubah menjadi haram dalam kondisi berikut:
1. Jika disertai kemungkaran, seperti sambil minum khomr, berjudi dll.
2. Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita atau sebaliknya.
3. Jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dll.

Madzhab Maliki, asy-Syafi’i dan sebagian Hambali berpendapat bahwa mendengar nyanyian adalah makruh.
Jika mendengarnya dari wanita asing maka semakin makruh. Menurut Maliki bahwa mendengar nyanyian merusak muru’ah.

Adapun ulama yang menghalalkan nyanyian, diantaranya:
Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu’bah, Usamah bin Zaid,
Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal,
Abu Bakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll.

Sehingga secara umum dapat disimpulkan bahwa para ulama menghalalkan bagi umat Islam
mendengarkan nyanyian yang baik-baik jika terbebas dari segala macam yang diharamkan sebagaimana disebutkan diatas.

Sedangkan hukum yang terkait dengan menggunakan alat musik dan mendengarkannya,
para ulama juga berbeda pendapat.
Jumhur ulama mengharamkan alat musik sesuai dengan beberapa hadits diantaranya, sbb:

“Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan”. (HR Bukhari)

Para ulama membicarakan dan memperselisihkan hadits-hadits tentang haramnya nyanyian dan musik.
Hadits pertama diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, dari Abi Malik Al Asy’ari ra.
Hadits ini walaupun terdapat dalam hadits shahih Bukhori, tetapi para ulama memperselisihkannya.
Banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa hadits ini adalah mualaq (sanadnya terputus),
diantaranya dikatakan oleh Ibnu Hazm.
Disamping itu diantara para ulama menyatakan bahwa matan dan sanad hadits ini tidak selamat dari kegoncangan (idtirab).
Katakanlah, bahwa hadits ini shohih, karena terdapat dalam hadits shohih Bukhori,
tetapi nash dalam hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya.
Batasan yang ada adalah bila ia melalaikan.

Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai hadits mungkar.
Kalaupun hadits ini shohih, maka Rasulullah saw,tidak jelas mengharamkannya.
Bahkan Rasulullah saw mendengarkannya sebagaimana juga yang dilakukan oleh Ibnu Umar.

Sedangkan hadits ketiga adalah hadits ghorib.
Dan hadits-hadits lain yang terkait dengan hukum musik, jika diteliti ternyata tidak ada yang shohih.

Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimana diantaranya diungkapkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya,
Nailul Authar adalah sbb:
Ulama Madinah dan lainnya, seperti ulama Dzahiri dan jamaah ahlu Sufi memberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola.

Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi’i dalam kitabnya
bahwa Abdullah bin Ja’far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa,
bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya.
Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra.
Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh,
Said bin Al Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya’bi.

Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin;

bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar.
Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata disampingnya ada gitar ,
Ibnu Umar berkata:? Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya,

Ibnu Umar merenungi kemudian berkata:? Ini mizan Syami( alat musik) dari Syam??.

Berkata Ibnu Zubair:? Dengan ini akal seseorang bisa seimbang?.

Dan diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.

Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

Pertama: Lirik Lagu yang Dilantunkan.

Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya.
Artinya, bila muatannya baik menurut syara’, maka hukumnya dibolehkan.
Dan bila muatanya buruk menurut syara’, maka dilarang.

Kedua: Alat Musik yang Digunakan.

Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa,
hukum dasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan
kecuali ada larangan yang jelas.
Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya dibolehkan.

Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya,
para ulama berbeda pendapat satu sama lain.
Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.

Ketiga: Cara Penampilan.

Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang syara’
seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.

Keempat: Akibat yang Ditimbulkan.

Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikan shalat,
munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya,
maka sesuatu tersebut menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi’(menutup pintu kemaksiatan) .

Kelima: Aspek Tasyabuh.

Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri kelompok pemusik
tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam,
harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidak dibenarkan.
Rasulullah saw. bersabda:

Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka? (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Keenam: Orang yang menyanyikan.

Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya.

Sebagaimana firman Allah SWT.:
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain,jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik

Sumber :http://wahyoe.wordpress.com/2007/06/24/bagaimana-bisa-music-dikatakan-haram/

No responses yet