Aug 17 2007
Do Re Mi… Music Helps U…
Doe…
a deeer a female deer
Ray… adrop of golden sun
Me… a nema I
call myself
Far… a long-long way to run
Sew… a needle
pulling thread
La… a note to follow sew
Tea… a drink with
jam and breath
That will bring us back to doe.
Setiap
mendengar lagu itu, pastilah Zaid, keponakanku yang berusia 7 bulan,
akan membelalakkan mata, menendang-nendangkan kakinya, sembari
berucap aha.. ha.. ha…dengan antusias. Kutebak… itu adalah lagu
favoritnya, lagu yang akan membuat dia menghentikan tangisnya. Yah!!
Dan Zaid, bayi mungil itu… loves music pasti. Soalnya, kalau beliau
menangis, aku tinggal memutarkan kaset apa saja… dari lagu
anak-anak, nasyid, sampai Linkin Park…(oops!!). Hmmm…
Bagaimana
dengan kita? Pernahkah musik membuat kita kita tertawa, sejenak
melupakan tangis. Penahkah musik membuat kita menangis, sejenak
berpikir, mengingatkan kita akan suatu hal?
Beberapa ahli
psikologi berpendapat bahwa musik mempengaruhi kita karena musik
mengingatkan kita pada hal-hal yang terjadi pada hidup kita.
Musik
adalah komunikator perasaan. Musik mampu memudahkan kita
mengidentifikasi perasaan di jiwa, musik mampu mempengaruhi emosi
kita. Dalam teori yang lain juga dikatakan kita memberi tanggapan
terhadap musik karena irama dalam badan kita (nafas kita, detak
jantung kita)
And….sssstttt… dua hal mengenai pasien yang
menderita kerusakan di bagian tertentu dari otak mereka: merka sering
tidak emosional dan mereka jarang peduli terhadap musik.
Berhibur
tiada salahnya kerna hiburaan itu indah
Hanya pabila salah
memilihnya membuat kita jadi bersalah…
