May 07 2007

luvugod

Sahabat Juga Manusia

Posted at 1:09 am under Uncategorized

Sahabat Juga Manusia…


Tidaklah semua manusia
mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu
mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu
mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia
adalah sahabat karibmu sendiri

Karena perasaan adalah
bahasa hati yang dapat berubah di setiap waktu
Hari ini ia
adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu

Mungkin esok ia adalah
orang yang paling tidak memahami
Janganlah memaksa
karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa
Uuuuuuu……….
Cukuplah hanya Allah
tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita
Dan menumpahkan segala
perasaan yang ada di jiwa
Tidak semua manusia
mengerti segala perasaan yang ada di hati kita

(Maidany)


Yupz!!
Nasyid ini tidak begitu menarik perhatianku sebelumnya. Tapi setelah
kejadian itu….

Terik…
padahal sudah jam 3an.
Wajar saja, karena
waktu itu aku berada di pantai… panas!!. Ehm mencari-cari sesosok
sahabat yang sudah satu minggu tak kujumpai. Senangnya bertemu
lagi…

Sebuah
pertemuan yang kami ikuti setiap minggu sekarang sering menjadi
satu-satunya momen perjumpaan. Uuffhh… masing-masing semakin sibuk
dengan kegiatan sendiri-sendiri. Berjalan bersama, bahkan untuk
perjumpaan sekejap bukan perkara yang mudah lagi untuk dilakukan.
Wajar saja jika aku selalu menyambut bahagia hari itu.
Paling
tidak satu kali saja dalam satu minggu, aku ingin bercerita… banyak
hal.

Posisinya
tak jua kutemui.

Sebelah
tulisan Tapak Paderi yang besar itu loh.”
Aku
memberi tahu via telphone. Tak lama ia muncul, hati ini bergemuruh.
Selalu rasa ini yang muncul bila bertemu dengannya. Senang…


Assalamu’alaikum…” Aku lupa siapa yang lebih
dahulu menyalami dan mengucapkan salam, tapi yang pasti dia nampak
tak bersemangat. Tak ada binar di matanya seperti yang kuprediksi
menghiasi mataku.

Sedikit
percakapan ngalur ngidul pembuka pertemuan,seperti biasa.
Sebentar
saja, karena di salah satu sudut area wisata pantai itu menunggu
teman-teman yang lain. Hmm.. acara sudah akan dimulai.

Acara
berjalan dengan menyenangkan. Sekali-kali rihlah melepas kepenatan.
Sambil mentafakuri kebesaran Allah. Meraup ilmu di setiap
penciptaanNya.

Sebelum
ashar acara sudah selesai.
Tentu banyak hal
yang tertinggal di hati. Alhamdulillah… pertemuan ini selalu
memompa spirit untuk menjalani hari lagi.

Yang
kubayangkan setelahnya adalah perjumpaan personal dengan sahabatku.
Hmm… ternyata itu tak terjadi, karena dia ingin sendiri.

Laksana
ia bernyanyi…sendiri..hooo.. biarkan aku sendiri… sendiri…

Hmm..
padahal rentetan cerita telah kususun dalam pikiran.
Dari
judul cerita sampai urutan cerita mana yang ingin kusampaikan
terlebih dahulu.
But unfortunalely,
gagal aku bercerita dengannya. Karena dia ingin sendiri.

Padahal
sudah satu minggu tidak bersua. Mengapa tak ia sambut perjumpaan itu
dengan bahagia? Hhh… kesal, kecewa, marah bercampur menjadi satu.
Panas!!!


Hingga
sebuah surat ia layangkan. Suratnya adalah respon dari dua sms
kanak-kanakku yang menyatakan kekecewaanku atas sikap cueknya pada
perjumpaan itu. Isi  suratnya banyak….

Tentang
keinginannya untuk sendiri  yang seringkali muncul, tentang
kekecewaannya atas sikap kanak-kanakku yang kusimpulkan sering
mengganggunya. Tentang penyesalannya atas sikapnya yang sering cuek,
tidak peka dll. Tentang persahabatan kami yang telah berjalan hampir
8 tahun.
Tentang sebuah pilihan yang ia tawarkan, end this
really worthy friendship or survive with many differences.

Uuffhhhh ……..

Tidaklah
semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita

Tidak pula dapat selalu
mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita

Janganlah selalu
mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu

Walaupun ia
adalah sahabat karibmu sendiri”..

Sahabat
karib juga manusia. Ia bisa saja tak memahamimu, tak memahami bahwa
saat itu kita bahagia bertemu dengannya. Tidak memahami bahwa begitu
banyak cerita yang ingin kita sampaikan padanya. Sahabat juga
manusia, ia bisa saja terlihat tak peduli karena mungkin di saat itu
begitu banyak masalah yang melingkari harinya.

 Sahabat
juga manusia yang kadang ingin sendiri.
Hmm…
berhentilah egois dengan memaksanya mengisi harimu. Janganlah
memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa
Uuuuuuu……….Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi
yang ada di hati kita
. Dan menumpahkan segala perasaan yang
ada di jiwa
. Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang
ada di hati kita.

Sahabat..
pencarian itu telah berakhir pada namamu.
Kadang
bila permasalahan datang ingin kuberalih pada nama yang lain. Tapi
sahabat…

Celakanya
hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu, hanya kaulah yang
benar-banar memahamiku, kau pergi dan hilang kemanapun kau suka.
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan, hanya kaulah
yang sanggup untuk aku andalkan. Di antara pedih aku slalu
menantimu…

            Orang lain boleh
datang dan pergi, namun sahabat sejati slalu ada di hati. Sahabat
sejati laksana matahari yang senantiasa menyinari. Tatkala malam
tiba, hati tak merasa sepi sebab esok matahri kan terbit kembali

(mengejar matahari).

            Mungkin hari
ini ia tak ada, seperti malam yang tak bermatahari, tapi masih ada
bintang bukan.

            Hari ini ia
adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
. Mungkin esok ia
adalah orang yang paling tidak memahami.
Hari
ini ia sedang ingin sendiri. Mungkin esok ia ingin bercerita dan
mendengar ceritamu. Hari ini ia tampak tak peduli. Tapi setiap
harinya ialah orang yang  begitu ingin mengetahui keadaanmu. Hari ini
ia adalah orang yang paling tidak memahami. Mungkin esok ia adalah
orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu.

Untuk
sahabat-sahabatku…( ada berapa sich??!… luv u frenz)


Seutas
tali memadu simpul tawaamu duhai kawan
simpulnya
jatuh di pelupuk nurani yang tertambat cinta
Cinta
berkawan… bersama nikmati semusim massa.
Di
sela kehangatan berkawan adalah aku pandang
Satu-persatu
garis wajahmu hai kawan penuh harapan

Andai
saja… terus bersama setiap masa sehati
Suratan
Tuhan kita disini menapaki cerita bersama
Cinta
berkawan karena sehati dalam kasih Illahi
Tepiskan
hal yang berbeda
Agar
kisahmu teramat panjang
Simpan
rapi harapan
Berkawan
selamanya.(edcoustic)

 

 

 

4 responses so far




4 Responses to “Sahabat Juga Manusia”

  1.   UGon 21 May 2007 at 10:26 pm 1

    Hiks… pengen nangis.. huhuhuhuhuhuhu,,,,,

  2.   Septianon 26 May 2007 at 11:23 pm 2

    yach ling benar..
    hanya Allah yang benar mau mengerti..
    meski tak satu pun kata terucap
    tapi desiran hati saja
    Allah sudah tahu..

  3.   ayion 29 May 2007 at 8:47 pm 3

    Hmhf….

    Setruju.

    Berharaplah padaNya saja, tak kan kecewakan hatimu, tak kan birukan hatimu, no preservartipes (tidak ada pengawet buatan, ia kan kekal selamanya), tak kan bertepuk sebelah tangan, dll., dsb., etc….

  4.   -muhammad-on 18 Jun 2007 at 6:12 am 4

    sahabat karena Allah
    bila membenci dan mencinta karena Allah..

    sahabat Karena Allah
    bila bertemu dan berpisah
    karena Allah..

    bila bertemu karena Allah,
    berpisahnya tak kan gelisah

    bila berpisah karena Allah,
    bertemunya kan menjadi indah

    itulah persahabatan karena Allah.. :)

Comments RSS

Leave a Reply