Apr 29 2007
Free taujiher.. luv u
i dont know who u r
jika ada kesempatan kita bertemu… senangnya…
emmm… thank q so much for all messages…
luv luv luv u….
Apr 29 2007
i dont know who u r
jika ada kesempatan kita bertemu… senangnya…
emmm… thank q so much for all messages…
luv luv luv u….
Apr 29 2007
Bila anda tak bisa jadi pohon cemara di atas bukit
Jadilah belukar di lembah
Jadilah perdu bila tak bisa jadi pohon
Bila tak bisa jadi perdu jadilah rumput, dan buatlah jalan-jalan jadi semarak
Bila tak bisa jadi gurami, jadilah teri
Tetapi teri yang paling indah di tambak
Kita tak semuanya jadi komandan
Harus ada yang jadi pasukan
Semua ada kepentingan masing-masing
Ada pekerjaan besar, ada pekerjaan kecil
Semua harus dilakukan
Dan tugas yang harus kita kerjakan
Adalah tugas yang terdekat dengan kita
Bila tak bisa jadi jalan besar
Jadilah pematang
Bila tak bisa jadi matahari
Jadilah bintang
Bukan besarnya yang mengukur anda
Kalah atau menang
Yang penting…
Jadilah wajar dan matang
Taken from… lah pokoknya… lupa dari mana!
Lebih untuk diri semdiri…
Dan buat kalian yang nge-rasa diri mmm gak penting…
Pekerjaan kecil yang banyak juga bisa buat kita puas. Walau kepuasan bukan segalanya sih… tapi kan… tapi kahn…. gak ada salahnya jadi pematang (hehehe. Nyambung gak sih?!@#$^&*^#^**())@+)@(*(*)($?><)(*(@)
Apr 27 2007
Tenggelam
aku dalam ketiadaan
Tenggelam
aku dalam mimpi usang
Tenggelam
aku dalam kebodohan
Tenggelam
aku….
Dalam
Blurp…blurp…blurp…
Tolong…..!!!
Hhhh…hhhh…hhhh
Blurp…blurp…blurp…
Tenggelam.
Apr 15 2007
Huwaa… setan itu datang lagi. Uffh… tapi mau bagaimana lagi. Langkahnya gak mungkin dihentikan. Ini sebuah dilemma yang selalu berakhir dengan pilihan yang mengharukan… mmm salah-salah bukan mengharukan tapi menyedihkan.
Uufffh… gak papa deh. Yang penting kan …. Apa ya? Kayaknya gak ada penting-pentingnya deh!
Apr 15 2007
“ Kata anis Matta, orang yang dewasa adalah orang yang terbiasa sendiri”… lucu sekali, entah benar entah tidak, itu yang dia katakan padaku saat aku memintanya menemaniku datang ke suatu acara yang kupikir akan membosankan bila pergi sendirian. Oh ya?
Sikapnya yang mengagung-agungkan ke-introvert-annya semakin jelas terlihat. Mungkin karena usianya yang tidak “teen” lagi. Saatnya menemukan jati diri, memahami karakternya sendiri, dan mengetahui bagaimana menemukan kenyamanan dalam hidupnya…. sendiri.
“Ternyata kesendirian itu menyenangkan. Cobalah untuk tidak selalu minta ditemani. Sudah saatnya menjadi dewasa ”… tambahnya lagi
Seperti halnya ia yang semakin menyadari betapa nyamannya kesendirian, aku juga semakin menyadari betapa sulitnya menjalani segala hal sendiri. Ekstrovert yang selalu ingin berbagi kisah, menyusuri jalan dengan bercerita, duduk menunggu dengan tertawa bersama.
Pernah kucoba untuk sendiri. Menapaki suatu hari tanpa dia dan lainnya. Hhhh….
Bilakah kesendirian tolak ukur kedewasaan, sungguh… menjadi dewasa adalah hal yang melelahkan. Dan selamanya masa remajaku.