Mar 28 2007
Learning With Love
Love is the most beautiful feeling in the world. Everyting means nothing without love. So does learning.
Learning with love…?? Pernahkah Anda merasakan cinta yang mendalam kepada guru-guru Anda? Atau kalau Anda seorang guru, pernahkah merasakan cinta yang mendalam kepada murid-murid Anda?
Aktivitas belajar menjadi tidak berarti tanpa cinta. Dan cinta yang satu ini bukan cinta dengan *kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Bukan cinta dengan *isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (*puisi by Sapardi Djoko). Bukan… bukan cinta yang tak tersampaikan, bukan cinta yang hanya terpendam di dalam jiwa. Tapi cinta yang diungkapkan. Cinta guru pada murid-muridnya, cinta murid kepada guru-gurunya, cinta antar sesame murid. Cinta yang akan berbuah cinta pada aktivitas belajar itu sendiri.
Jalinan emosi adalah hal utama yang mampu mencipta cinta dalam kelas. Saat guru tak lagi menganggap dirinya ‘everything’. Saat murid tak lagi merasakan jarak yang begitu jauhnya pada guru. Saat sesame murid salaing menghargai dan menyayangi. Saat sekolah merupakan tempat yang dirindu. Merajut cinta dalam aktivitas belajar. Saat setiap insan di kelas merasakan kelas mereka adalah keluarga mereka. Kelas adalah rumah kedua. Tempat menghabiskan setengah hari mereka. Saat suasana kelas yang notabene merupakan rumah kedua sangatlah nyaman layaknya sebuah rumah. Bukan deretan kursi dan meja yang tersusun rapi dari depan ke belakang. Bukan dengan papan tulis besar dan meja guru di depan. Tapi dengan… mmm bayangkan saja ruang keluarga yang penuh canda tawa adik, kakak, ibu dan ayah.
Saat beberapa kali dalam sebukan terdengarv riuh rendah nyanyian “selamat hari lahir… iringan doa kuhulur.. bersyukur kepadaNya atas nikmat usia…” . Karena semua personel kelas adalah special, dan setiap hari special seorang anak adalah hari special pula bagi yang lain. Saat setiap hari murid-murid sibuk merayakan keberhasilan teman-temannya dalam mempelajari hal-hal baru. Saat persaingan begitu indah dengan saling mendukung, berbagi, dan berbahagia bersama.
Itulah konsep dasar Learning With Love… yang akan mendasari metode-metode belajar-mengajar dan teknis-teknisnya. ( mmm do you know what it is about?… hehehe)
