Feb 05 2007
Si Ekstrovert dan Dunia Menulis
Bagi si ekstrovert, menuturkan pemikiran dengan bicara lebih ‘gw banget’ daripada dengan menulis. Ketika itu, berpikir ia lakukan sambil bicara, bahkan setelah bicara. Seringkali yang terjadia adalah “oops… salah ngomong”. Dan kata telah terucap tak dapat ditarik kembali. Hanya bisa diklarifikasi. Namun terlanjur menyakiti. Ternyata bicara bagi si ekstrovert seringkali menjadi masalah. Saat berpikir dilakukan sambil bahkan setelah bicara.
Menuturkan pemikiran dengan menulis meski lebih sulit ternyata menyenangkan saudara-saudara. Menuliskan pemikiran kata demi kata. Meski sulit ternyata mampu membuat seorang ekstrovert mengabaikan kecenderungannya pada keleluasaan untuk mencoba mencintai kedalaman.
Semakin sering menulis, si ekstrovert semakin sering berpikir mendalam. Semakin sering menuliskan pemikirannya. Tak hanya sekedar bicara.
Si ekstrovert yang jua pelupa telah menemukan bahwa menulis dapat membantu ingatannya yang payah. Mengabadikan pemikiran dengan kata-kata yang tentunya dirangkainya lebih indah dibandingkan bila hanya diucapkan saja.
Kebiasaan berbicara/bertindak dulu baru berpikir tidak begitu berimpact negatif pada aktivitas menulis. Karena kata-kata yang ia tuliskan memaksanya untuk berpikir lebih mendalam, merangkai kata-kata lebih indah, mengulang dan mengedit ulang.
Ternyata berbicara lebih mudah daripada menulis. Tapi menulis adalah menulis. Ia telah membujuk si ekstrovert untuk lebih menghargai sejarah, at least sejarah hidupnya. Menuliskan kejadian demi kejadian, hikmah demi hikmah. Hal itu tentu saja lebih membekas pada dirinya, dibandingkan jika hanya mengeluarkannya dengan ucapan. Pun bila terlupa, si ekstrovert dapat kembali membaca tulisannya.
Menulis ternyata lebih memenuhi keinginan si ekstrovert untuk selalu mengekspresikan semua yang ia rasakan. Perasaan-perasaan yang terpendam saat tak ada yang sudi mendengarkan, kenapa tak ia tuliskan? Hingga semua membaca, dan perasaan dan pemikiran tersampaikan.
Si ekstrovert dan dunia menulis yang mendewasakan…
Si ekstrovert dan dunia lainnya. Dunia lain yang ia temukan dalam menulis. Dan ia ber-azzam… TIADA HARI TANPA MENULIS.
2 responses so far
ehm…gimana yach…
Assalamualaikum
Nih tulisan tentang lu ya, ling?