Archive for January, 2007

Jan 28 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

BERUBAH!!!!!!!!!

Filed under Uncategorized

Images_1

Tuhan… aku ingin berubah
Dan kubertahan pada perubahanku

Uffh… perubahan memang merupakan hal yang mesti ada dalam kehidupan. Dan kita sebagai makhluk hidup mesti ‘n kudu berubah. Selama udara masih milik kita. Berubah!!

Berubah seperti apa? Duh!! Pertanyaan retoris. Gak perlu dijawab ah! Yang pasti bukan ‘berubah’nya Ksatria Baja Hitam atawa Ultraman.

Nah!! The next question!! Tahukah kamu bahwa tanpa merubah diri, kita udah berubah??

Berkaca dari diri sendiri yang lagi berkutat pada perubahan-perubahan yang gak bisa dikontrol, ditahan, apalagi dihentikan.

Dari musik, warna, bacaan, selera makan, obrolan, yaaa hubungannya sih ke selera… hmmm penting gak seeh??!! (wait a minute masih introduction ^_^!!). ehm ternyata perubahan itu terjadi seiring bertambah tuanya saya (hehe… tua bohk!!). Selera??!!

Nah!! Itu perubahan mutlak yang terjadi pada orang-orang kebanyakan . kebayang gak sih nenek pake …. . percaya deh! Beliau-beliau gak sudi berpenampilan seperti remaja bukan karena sekedar merasa ‘gak pantes’ lagi, tapi emang seleranya dah berubah.

Masalah selera kita tutup (tok tok!!) Now ke masalah wawasan. Udah sering denger istilah “banyak makan garam” kahn? Yowha, semakin ‘bertambah’ usia seseorang di dunia, semakin banyak garam yang udah dia makan (hehehe!!!)

Nenek2 or kakek2 sering berpendapat bahwa mereka sudah lebih banyak ‘makan garam’ dibanding kita-kita. Emmm klo mau kritis sih… (haruslah!!) kita tinggal ngomong
“iya deh!! Garam yang udah dimakan kakek ‘n nenek lebih banyak. Tapi whether or not garamnya berkualitas, whether or not garamnya cukup beryodium, itu lebih penting!!” Nah!! Itu yang bikin banyak macam nenek ‘n kakek. Gak semua dari mereka bijaksana kahn? Ada yang cerewet… eukh!! Ada yang pikun, ada yang cerewet, ada yang pikun, ada yang cerewet ada yang pikun, ada yang cerewet ada yang pikun, ada yang cere… (udah ah!!)

Garam yang beryodium itu adalah peristiwa-peristiwa hidup yang bermakna dan berhasil kita ambil maknanya. Garam yang beryodium adalah hal-hal berharga yang berhasil kita ambil sebagai pelajaran. Garam yang beryodium adalah ilmu pengetahuan yang tak henti kita cari dalam setiap detik kita. Garam yang beryodium adalah dzikir kepadaNya dalam setiap hembusan nafas cinta (kayak lagu siapa coba??)

Nah!! Marilah kita makan ‘garam beryodium’, bekal untuk masa ‘nenek kakek’ nanti, biar gak malu ma cucu.
Caranya tentu saja… kembali pada ‘perubahan’. Selalu berubah di setiap tingkat kehidupan, dengan mengambil hikmah di setiap kejadian, mencari ilmu tiada henti. Aplikasikan langsung pada diri kita. Berubah terus dan terus berubah….!!!

Jangan Cuma selera yang berubah!! Karena perubahan macam itu gak perlu usaha, lagian semua ornag juga mengalami perubahan itu… so gak penting gitu!! Jadi?? Berubahlah dengan semakin memperluas wawasan. Selanjutnya wawasan yang selalu berubah semakin luas akan merubah pola pikir kita menjadi semakin dewasa, seiring dengan banyaknya garam yang kita makan. Ingat garam yang berkualitas… garam yang beryodium. Supaya pas nenek-nenek or kakek-kakek ntar kita bias menjadi tempat cucu-cucu kita bertanya tentang kehidupan.

Next, proses perubahan itu mestilah kita record (dokumentasi gitu!!) seperti halnya saat mendengarkan kuliah dosen, sesekali kita mencatat hal-hal yang penting kahn? Nah!! Mari berubah dari seseorang yang cuek ma pengalaman menjadi orang yang peduli dengannya. Catat pengalaman-pengalaman kamu dalam diary atawa whatever. Jangan lupa tambahkan pelajaran yang bisa diambil, according to yourself, and cari referensi juga.
Dengan mendokumentasikan setiap peristiwa dalam kehidupan, itu akan mengingatkan kita untuk berubah terus berubah, bercermin pada pengalaman-pengalaman.

And then. Merencanakan perubahan

Me, next 1 year… bla bla bla. Susun plan every year, every month, every week, everyday, menuju next u.

Scrap book. Susun itu semua dalam buku ajaib. Buku yang bisa dicorat-coret sana-sini, tempel-tempel itu-ini. Asyik loh!! Gak percaya? Coba aja!! Semoga bisa selalu mengingatkan kita untuk terus berubah… karena…

Anugerah yang terindah yang kini kuanggap
Adalah saat diriku mulai berubah
Anugerah yang terindah yang kini kuanggap
Saat kumulai semua hidup yang baru…(fatih)

Mari berubah, 1428 H… jadikan titik tolak perubahan. BERUBAH!!… ALLAHUAKBAR!!

One response so far

Jan 28 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

aisa… bukuku… huhuuu

Filed under Uncategorized

“Oh no… sapa yang gunting cover buku temenku ini?”
Seorang anak, belum genap 3 tahun usianya, memasang senyum nakal dan sekejap kemudian berlari menghindari tatapanku. Huwaaa… Aisyah lagi, Aisyah lagi.

Buku itu baru saja kupinjam, bahkan besoknya hendak kukembalikan. Aisyah masih kecil bukan? Tapi demi melihat cover buku yang telah cacat, ingin rasanya kucubit tangannya yang jahil itu.

Bukan hanya buku itu yang pernah dianiayanya, buku-buku yang lain, buku kuliah, fotokopi-fotookopi materi kuliahku yang Aisyah gunting menjadi serpihan-serpihan. Buku catatan yang menjadi buruk rupa karena coretan-coretannya. Tak ada yang bisa kulakukan untuk membalas perbuatan balita itu (pendendam euy!!) Hanya tangisan kesal memikirkan masa depan wujud buku-bukuku yang buruk rupa, memikirkan diktat kuliah yang tak bisa lagi dibaca. Tapi bukankah Aisyah masih kecil? Dan satu hal yang terpenting dari itu semua??? Ahaaaa!! Aisyah dan interaksinya dengan dunia membaca.

Aisyah , keponakanku yang cerdas, pintar, cerewet dan rajin membaca. Aisyah mebaca dengan membuka buku secara kasar, merobek, menggunting, mengobrak-abrik dan mencoret-coret semua halaman. Karena mungkin itulah awal interaksi Aisa dengan buku.

Sampul terlepas, halaman demi halaman berserakan di tiap sudut ruangan. Tapi…

Interaksinya dengan buku itu lebih penting. Hingga nanti tiba saatnya kuperkenalkan ia pada adab membaca buku, pada sikap menghormati buku. Dan aku yakin walau buku-buku itu tak lama berwujud indah, tapi cinta Aisyah pada buku itu sendiri akan semakin bersemi indah.Ling_n_aisa

2 responses so far

Jan 28 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Filed under Uncategorized

Kucari Cinta
(… tentang hidayah)

Hidup yang perit mengajarku mencari cinta
Kusangka teguh kiranya masih rapuh
Kusangka mudah namun amat payah
Kusedar semua pasti ada akhirnya
Moga akhirku di selimut cinta, cinta agungNya (saujana)

Berbicara tentang cintaNya, memang tak ada habisnya waktu dan asa. Tapi sejujurnya, terkadang cinta itu sekejap sirna. Selayaknya tak pernah singgah barang sedetikpun di jiwa… asataghfirullah…

Ya…cinta kepada Zat Yang Maha Sempurna memang harus sempurna. Tapi satu pertanyaan, yang seringkali hadir… “bagaimana aku bias mencintaiNya dengan sempurna, sedang wujudNya saja tak pernah kulihat…. tapi…”

Bukankah udaraNya tak henti kau hirup, bukankah lautNya lah sejuk kau pandang, bukankah sungaiNya mengaliri gunung-gunung rupawan.
Inna fikh tilaa finnahaari wamaakhalaqallahu fissamaawaati wal’ardhi la aayaa ti liqowmiy yattaquun (“sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa)…(Yunus:6)

Mengingatnya selalu…sungguh tak mudah. Di saat senang maupun susah. Bila senang, ingat Ia sesaat, sekedar mengucap Alhamdulillah. Di saat susah begitu sombongnya, lupa memohon padaNya.

Di saat senang, memilih bersuka ria bersama teman, terlupa sujud sembah syukur atas nikmatNya. Di saat susah, memilih berbagi, mencurah gulana pada manusia, terlupa menangis mengadu di hadapNya.

Bahkan tanpa malu memberikan selaksa pikir dan rasa. Terhabis waktu percuma tuk ciptaannya. Astaghfirullah… Allah jaga hati hamba, agar cintaku padaMu tak pernah kalah dengan cintaku pada makhlukMu

CintaNya… cinta agung. Tiada tanding, tiada banding. Tak mudah mendapatkannya setia bersemayam di hati. Allah… bahkan walau itulah adanya kami. cintaMu tetap tiada tepi.

Oh Tuhanku ampunkanlah diri ini yang mendamba CintaMu
Aku lemah, aku jahil tanpa pimpinan dariMu
Kau pengasih kau pengampun kau penyayang kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu seribu langkah kau pada ku

Tuhan.. bimbingan, petunjuk, hidayah jualah yang kan mampu sadarkan aku akan cinta itu. Mampu bertahankah ia di hati? Selamanya….
Dan ternyata datangnya hidayah seiring kesungguhan mencari jalan kebenaran jalan keredho’an(d’fikr). Saat aku lupa, jenuh dan lemah… kuatkan aku Tuhan.

No responses yet

Jan 17 2007

Profile Image of luvugod
luvugod

Paku

Filed under Uncategorized

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ketika ia memanggil anaknya dan emberinya sekantong paku, Paku? Ya, paku!

Sang anak heran. Tapi, bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yang lembut, ia berkata bijak kepada anaknya agar memakukan sebuah paku dip agar belakan rumah setiap kali marah. Ajaib!

Di harip pertama, sang anak menancapkan 48 paku! Begitu juga di hari kedua, ketiga, dan beberapa hari selanjutnya. Tapi tak berlangsung lama. Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan begitu banyak paku ke pagar.

Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa mengendalikan amarahnya. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan ank laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah ditancapkannya. Ia bergegas melaporkanm kabar gembira itu kepada ayahnya. Sang ayah bengkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakan rumah itu.

“ Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya,” kata I ayah bijak.

Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar si ank bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ankanya itu.

“ ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang., lalu mencabut p[isau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik,” ucap sang ayah lembut namun sarat.

Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghunjam relung hatinya

Teman, saling memaafkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal, lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi, berhati-hatilah teman. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar tanpa tepi.

Basi kali ya…? yach whateverlah!! Karena terkadang yang basi bisa menjadi begitu aktualnya pada kondisi yang berbeda. Begitu juga dengan artikel ini. setelah kejadian itu rasanya… artikel ini benar-benar berarti, memberikan pelajaran hidup.

Hmmm… selagi udaraNYa masih bisa kuhirup, selagi mulut masih bisa berucap maaf, selagi tangan masih bisa menjabat, selagi pikir masih bisa mengenang, selagi hati masih bisa menyesal. I’m sorry for all, that i’ve hurt you so many times …. frenz… may be it is too late. But better late than never, ya kahn???!!

No responses yet